Home Daerah Kantor Kelurahan Kebalen Dipenuhi Tumpukan Sampah, Aksi Protes Akibat TPST Kebalen Ditutup Tanpa Sol

Kantor Kelurahan Kebalen Dipenuhi Tumpukan Sampah, Aksi Protes Akibat TPST Kebalen Ditutup Tanpa Sol

Petugas pemungut sampah\' tuangkan sampah di Kantor Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan

27
0
SHARE
Kantor Kelurahan Kebalen Dipenuhi Tumpukan Sampah, Aksi Protes Akibat TPST Kebalen Ditutup Tanpa Sol

Keterangan Gambar : Petugas pemungut sampah' tuangkan ke kantor Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi

BERITA POSPUBLIK NEWS.COM
Kab Bekasi.Babelan-Puluhan pengepul dan penarik gerobak sampah yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas memilah dan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Kampung Penggilingan Tengah di Kelurahan Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi mendatangi kantor kelurahan dengan menumpahkan tumpukan sampah di halaman kantor kelurahan tersebut, Senin (29/12/2025).

Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan mereka lantaran TPPS tersebut sehari sebelumnya ditutup Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja tanpa ada solusi.

Sementara menurut pengakuan para pengepul sampah, saat ini hasil pengambilan sampah dari rumah-rumah di sekitar Kebalen dan desa sekitarnya sudah menumpuk.

Para pengepul mengaku bingung harus membuang sampah ke mana lantaran tempat usaha mereka ditutup usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pemerintah daerah oleh Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.

Akibatnya tumpukan sampah memenuhi halaman kantor Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan dan pengepul sampah dengan gerobak sampah terlihat bulak balik membuang sampah dengan santainya.

Bau menyengat pun terasa di area kantor kelurahan Kebalen. Pihak kelurahan pun tidak berupaya melarang para pengepul sampah agar tidak membuang di kantor kelurahan.

 

Salah satu pengepul mengatakan, penutupan dilakukan tanpa adanya alternatif lokasi atau solusi konkret dari pemerintah.

“Seharusnya kebijakan penutupan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) ini disertai solusi yang jelas. Kami ini bergantung hidup dari sini,” sambungnya.

Menurutnya, para pengepul hanya menjalankan usaha pengelolaan sampah warga, kini mereka terdampak kebijakan tersebut.

“Sampah dari warga terus datang, mau dibuang ke mana?” ujarnya.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, satu unit truk pengangkut sampah dari UPTD kebersihan terlihat disiagakan di halaman kantor kelurahan guna mengangkut sampah yang terlanjur berserakan.

Sementara itu, pengurus Kelompok Masyarakat Pengolah Sampah (KMPS) setempat, Saripudin, menyatakan, sejak TPSS ditutup, pihaknya telah berupaya melarang pembuangan sampah di lokasi tersebut.

“Sejak kemarin TPSS sudah ditutup, dan kami sudah melarang agar tidak buang sampah di sini. Tapi para penarik gerobak kebingungan mau ke mana, akhirnya mereka datang ke kantor kelurahan untuk mencari solusi,” ungkapnya.

Pihaknya menyatakan, sebelumnya ada kerja sama dengan UPTD, kontraknya sudah habis dan sampai sekarang belum diperpanjang.

“Kami juga tidak tahu sejak kemarin TPSS sudah ditutup, dan kami sudah melarang agar tidak buang sampah di sini. Tapi para penarik gerobak kebingungan mau ke mana, akhirnya mereka datang ke kantor kelurahan untuk mencari solusi,” tandasnya.(Red)

Reporter: Bang iful